Several days ago, my sponsor held summer seminar. It is the biggest annual event where all the scholars will come from different prefectures, gathering and having both fun and educational activities. And, there’s an agenda in which all scholars have to represent their country conducting performance namely Asian Festival.
This year, Indonesia team presented the drama of Indonesia Folk Story – Malin Kundang, we modified it combining technology and ancient story. We did distribute the leaflet of the story as well, in order to be understandable by the audience.
As I have some foreign students from different countries as well, I hope with this posting, they can get to know better that Indonesia has bunch of folk stories, this is only one from Sumatera Island. And as for Indonesian readers, let’s refresh our elementary school time when we first knew about the story by our Bahasa teacher. hehe.. Enjoy.
=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=
Long time ago, in a small village near the beach in West Sumatera, lived a woman and her son, Malin Kundang. Malin Kundang’s father had passed away when he was a baby, and he had to live hard with his mother. Malin Kundang was a healthy, diligent, and strong child. He usually went to the sea to catch fish, and brought them to his mother, or sold them in the town.
One day, when Malin Kundang was sailing as usual, he saw a merchant’s ship which was being raided by a small band of pirates. With his brave and power, Malin Kundang defeated the pirates. The merchant was so happy and asked Malin Kundang to sail with him. Then, Malin Kundang agreed with the merchant offered.
Many years later, Malin Kundang became a wealthy merchant, with a huge ship, loads of trading goods, many ship crews, and a beautiful wife. Once upon a time, In the middle of his journey, his ship landed on a beach near a beautiful island (West Sumatra Island). The villagers recognized him, and the news ran fast in the village that stated Malin Kundang became a rich man and now he is here. His mother, in deep-feeling sadness after years of loneliness, ran to the beach to meet her beloved son again.
When his mother came, Malin Kundang, in front of his beautiful wife, his crews and his own glories, denied meeting that old, poor and dirty woman. For three times she begged Malin Kundang and for three times she yelled at him. At last Malin Kundang said to her “Enough, old woman!, I have never had a mother like you, a dirty and ugly peasant!” Then he ordered his crews to set sail. Enraged, she cursed Malin Kundang that he would turn into a stone if he didn’t apologize. Malin Kundang just laughed to her and sailed again.
In the middle of quiet sea, suddenly a thunderstorm came. His huge ship was wrecked and it was too late for Malin Kundang to apologize to his mother. He was thrown by the wave out of his ship, felt on a small island, and suddenly he turned into a stone.

Source of the picture taken from here








21 comments
Comments feed for this article
July 15, 2007 at 4:17 pm
pitshu
wow.. gambarnya keren, asli tuh! belom pernah main ke padang sih! hehehe, itu asli atau udah di pahat sama orang yah !? hehehehe
July 15, 2007 at 9:46 pm
Tiwi/Miniez
Kek fosil orang beneran tuh di poto!
btw, adikmu malah udah tenar gitu….minta tanda tangannya donk.
Oh ya, sekalian di promo aja biar tambah bekend!
July 15, 2007 at 10:37 pm
sakuralady
@pitshu : sptnya sih ga dipahat ya.. kekeke..
@tiwi : belom tenar, jobnya masih blom ngalir, soalnya dia nyambi kuliah, kerja sales barang elektronik buat bayar biaya kuliah.. hehe.. kadangan ada juga sih orderan buat manggung..
July 15, 2007 at 11:03 pm
PRETTY IN THE CITY
I am confused. Do you know whether malin kundang is a legend or true story?
Oh boy, I rarely paid attention at bahasa class.
Anyway, you must be very proud when they presented the drama =)
July 16, 2007 at 11:12 am
ceemot
bagian mananya yang di modif pake teknologi di dramanya ?
July 16, 2007 at 12:58 pm
sandy eggi
sakuralady maen juga ndak ? maen jadi mak malin ?
July 16, 2007 at 12:59 pm
sandy eggi
trus dipinang sama malin ? loh kok jadi cerita sangkuriang …
July 16, 2007 at 10:24 pm
tata
hahah malin oh malin…(jadi inget sinetron di tipi)
OOT : dd ci wil manggung ??? waaa penyanyi yak ? wekekeke
July 16, 2007 at 10:38 pm
VeeY
wah.. terus terang dr kecil dulu denger cerita malin kundang, tau ada batunya si padang sono (eh bener di kota padangnya? ato dikota kecil sekitarnya? yah pokoknya di sumbar sono deh
) tp sama sekali blom pernah liat bentuknya kayak apa lho. jadi ternyata seperti itu.. mirip banget ama orang yang lagi bersimpuh ya..
July 17, 2007 at 1:09 am
sakuralady
@Pretty in the city : i think it’s a fiction folk story. it’s how the fantasy went thru..
Yup,not only me.. but all of Indonesian members should be very proud of our performance.
@ceemot : let’s see the next posting ya..
@sandy : jelas maen donk.. kekekeke.. jadi apa ya? ada dhe.. ntar di postingan berikut ajah..
@tata : wah tata, jelas2 sy tidak punya bakat nyanyi .. jadi ga mungkin nyanyi.. hahaha
@ci-v : alamatna di desa air manis, kec padang selatan. kekekeke.. (abis research, soalnya blom pernah pergi juga.. ).
April 10, 2008 at 11:52 am
zalya
menurut gw Malin Kundang sgtlah keterlaluan.Betapa durhakanya dia yang tdk mau mengakui ibu kandungnya sendiri.
April 10, 2008 at 11:59 am
nurdayanti
sebernya gw msh penasaran dgn cerita malin kundang ini,coz gw lom tau kebenarannya.apakah ini nyata atau hanya sekedar cerita yang kebetulan memang ada patungnya trus di buatlah sebuah cerita yang di beri judul Malin Kundang.Pi lw menurut gw sikap Malin terhadap ibunya sudah sgt keterlaluan.Pesan gw bwt sluruh anak indonesia,jgn sampai kita durhaka kpd(memperlakukan) orang yg pling mulia di dunia ini seperti binatang.cintailah org yg tlah membesarkanmu itu.cerita ini adalah sebuah peringatan bagi kita smua agar selalu berbakti kpd org tua terutama kpd ibu.
April 10, 2008 at 12:04 pm
nurdayanti
yaallah,datangkanlah seorang kekasih seperti yg ku inginkan.karena hanya kepadamulah aku memohon.kabulkanlah permintaanku.AMIN
April 10, 2008 at 12:20 pm
Nurdayanti
Sobat,U prnah Gx c ngrasain rasanya jauh dr org tua.dah 2 thn gw melewati hari2 tanpa kehadiran keluarga.rasanya amatlah hampa.saat ini gw sgt merindukan sosok seorang ibu di dekatku yg slalu membimbingku,menasehati gw jika gw berbuat salah.gw ingin sekali mengungkapkan apa yg ada dlm isi hatiku tuk ibuku.selama ini gw belim pernah membahagiakannya.
IBU,………..
Sosokmu begitu indah dalam hidupku
Hadirmu berikan semangat di setiap harikuKasih sayangmu selalu membuatku
selalu ingat denganmu
IBU,………..
Kasih sayangmu tak kan pernah terlupakan
Sosokmu sungguh jelas terngiang dalam ingatan
Nasehatmu tak kan pernah terlalaikan
IBU,………..
Maafkan aku
Bila dalam khilafku sikap & ucapanku menyakitkan hatimu
Maafkan aku karena aku belum bisa penuhi inginmu
Karena aku belum bisa menjadi yang terbaik untukmu
By : Yanti
April 10, 2008 at 12:26 pm
Nurdayanti
aku ingin jadi org yg berhasil.
AKU PASTI BISA…………………..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
April 10, 2008 at 12:34 pm
Nurdayanti
RINTIHAN HATI
Masih adakah waktu yang panjang untukku berjuang
Agar aku bisa meraih kebahagiaan
Masih adakah kekuatan yang membuatku bisa bertahan dalam menghadapi cobaan.
Tuhanku,……….
Kapankah semua kan berlalu
Segala cobaan yang kau beri untuk mengujiku
Akankah kau berikan kepadaku
Kesabaran sepenuh hatiku
Agar aku bisa jalani hidupku
Yang penuh liku-liku.
By ; YaNtI
April 10, 2008 at 12:42 pm
Nurdayanti
* DALAM SUJUDKU *
Tak terasa butiran-butiran air mata
Jatuh membasahi pipi
Ketika ku ingat banyaknya dosa dan kesalahan
Yang telah ku perbuat
Dalam sujudku
Untaian Do’a terucap dari bibirku
Ya-Allah,…………
Ampinilah dosaku, Kesalahanku
Ampunilah aku,
ketika lupa mensyukuri nikmat yang sudah kau berikan kepadaku
Berilah aku petunjuk-Mu
Karena yang ku inginkan dalam hidupku
Hanyalah Ridha-Mu.
By : YaNtI
April 10, 2008 at 12:48 pm
Nurdayanti
Ayahku : Rubiman
Ibuku : Lusgiyanti
Adikku : Wahyu Antika
Saya Sendiri Nurdayanti.Biasa di panggil Yanti. OK,,,,,,,,!!!!!!!!!!!!!!!!!
April 10, 2008 at 2:00 pm
vina
saya amatlah cantik
April 10, 2008 at 2:02 pm
Ririn
ririn cerewet buangettttttttttttt
September 17, 2008 at 2:49 pm
rieko
makasih ibuku tercinta……..
walaupun aku sering marah2 ma engkau
tapi kau tak pernah memarahiku dan mengutukku jadi batu………
buat all my friend don’t “durhaka” with your mbok………..ok